Selasa, 07 Januari 2014

Cara Beternak Kelinci Hias dan Potong (Daging)

Beternak kelinci saat ini tidak hanya merambah untuk menjadi kelinci potong saja (diambil dagingnya untuk dibuat sate), tapi kini perkembangannya sampai pada kelinci hias. Seperti kita ketahui kelinci merupakan hewan yang bisa berproduksi sangat cepat dan tinggi. Kelinci juga sangat mudah beradaptasi di berbagai dunia, karena saat ini banyak sekali kelinci dari luar negeri yang didatangkan ke Indonesia untuk diternakkan sebagai kelinci hias.


Berikut ini adalah daftar untuk jenis jenis kelinci hias yang nanti akan lebih lengkapnya akan saya buatkan artikel tersendiri.
  • Kelinci Anggora
  • American Chinchilla
  • Satin
  • Lop
  • Holland Lop
  • Flemish Giant
Sebelumnya kita lihat data biologis dari kelinci pada umumnya :
  • Masa hidup : 5 -10 Tahun
  • Masa Produksi : 1 - 3 Tahun
  • Masa Bunting : 28 - 35 Hari (rata rata 29 - 31 Hari)
  • Masa Penyapihan : 6 - 8 Minggu
  • Umur Dewasa : 4 - 10 Bulan
  • Umur Dikawinkan : 6 - 12 Bulan
  • Masa perkawinan setelah beranak : 1 minggu setelah anak disapih
  • Siklus Kelamin : Poliestrus dalam setahun bisa 5 kali bunting
  • Siklus Birahi : 2 Minggu
  • Periode estrus : 11 - 15 Hari
  • Ovulasi : Terjadi pada hari kawin (9 - 13 Jam)
  • Fertilitas : 1 - 2 Jam sesudah kawin
  • Jumlah kelahiran : 4 - 10 ekor (rata rata 6 - 8 ekor)
Nah melihat dari data data biologis dari kelinci pada umumnya, kita bisa lebih mudah memperhitungkan modah dan berapa kelinci yang mulai kita ternakkan. 

1. Persiapan pertama tentunya kandang untuk beternak kelinci
Kandang disini yang kita persiapkan tidak hanya kandang untuk indukannya saja, namun juga kandang untuk membesarkan anakan kelinci. Secara garis beras kandang harus selalu bersih dan tidak terlalu lembab, tentunya dtunjang dengan sirkulasi udara yagn sangat lancar. Fungsi dari kandang sendiri tentunya tak hanya untuk tempat kelinci berproduksi tapi juga melindungi dari serangan hewan lainnya.

Misal kita memelihara (beternak kelinci) dengan jumlah 12 ekor betina dan 10 ekor jantan makan yang kita butuhkan adalah kandang dengan ukuran 200x20x20 cm dengan tinggi alas dari tanah 50 cm, sedangkan untuk memelihara anak kelinci dengan kandang yang berukuran 50x30x45 cm.

Kita juga bisa membuat tempat kandang tersendiri untuk kandang saat melahirkan. Tergantung dari masing masing individu peternak kelinci.

2. Pembibitan (indukan kelinci)
Secara umum kita memilih calon indukan yang berkualitas baik sebagai contoh mata bersih dan terawat, tidak cacat, bulu tidak kusam, aktif bergerak dan mempunyai fertilitas yang tinggi. Tak hanya itu, indukan yang kita pakai harus siap untuk berproduksi yaitu melihat data biologis kelinci yang sudah dijelaskan diatas.

3. Pemberikan nutrisi makanan yang cukup dan teratur
Jenis pakan yang bisa kita berikan diantaranya rumput gajah, kangkung, sawi, daun kacang, jagung, kacang tanah, dedak. Bisa juga ditambah dengan konsentrat yang bisa dibeli di toko toko pakan ternak. Makanan dan minuman kelinci diberikan pada pukul 10 pagi, bisa diberi pakan dedak dicampur sedikit air. Pukul 13.00 diberi rumput  secukupnya dan terakhir pukul 18.00 diberi rumput agak banyak dan diberi minuman untuk mencaga kekurangan cairan dalam tubuh kelinci.

4. Cara Perkawinan Reproduksi
Kelinci betina segera dikawinkan setelah mencapai umur 6 - 12 bulan (baik kelinci pejantan maupun kelinci betina). Bila penjantan pertama kali dikawinkan, maka kawinkan dengan betina yang sudah pernah beranak. Waktu perkawinan pada pagi/sore hari di kandang pejantan dan biarkan hingga terjadi 2 kali perkawinan. Setelah itu pejantan dipisahkan.

5. Proses kelahiran anak kelinci
Setelah indukan kelinci bunting selama 28 -35 hari (umumnya atau biasanya), kebuntingan kelinci dapat dideteksi dengan meraba perut indukan kelinci betina, setelah 12 -14 hari masa perkawinan. Bila terasa ada bola bola kecil pada perutnya, berarti terjadi kebuntingan. Lima hari menjelang masa kelahiran sebaiknya dipindahkan ke kandang khusus melahirkan. Kelinci akan merontokkan bulu bulunya untuk penghangat anakan kelinci yang akan lahir. Jumlah anakan kelinci yang lahir biasanya 6 - 10 ekor.

6. Pemeliharaan kandang
Perlu diingat sebaiknya kadang pada pagi hari harus terkena sinar matahari, tujuannya agar sinar matahari tersebut membunuh bakteri dan kuman yang ada dalam kandang kelinci. Tiap kandang harus bersih dari kotoran kelinci, sisa pakan dan tempat makan dan minum harus bersih. 

7. Panen kelinci
Kelinci pedaging atau yang diambil dagingnya saja untuk dibuat sate, kelinci hias untuk kelinci peliharaan dirumah..

Nah gimana dengan artikel cara mudah beternak kelinci bagi pemula, nantikan artikel menarik lainnya hanya di blog ini. Selamat bekerja dan beraktivitas lainnya.

Artikel Terkait

Cara Beternak Kelinci Hias dan Potong (Daging)
4/ 5
Oleh