Senin, 06 Januari 2014

Cara Beternak Jangkrik Untuk Pakan Burung

Cara mudah ternak jangkrik, memang saat nya musim kicauan burung, saat ini memang banyak sekali penggemar burung kicauan. Mungkin bagi anda yang juga seorang peternak burung kicauan dalam jumlah yang banyak, membutuhkan pakan yaitu jangkrik untuk burung kicauan anda. Jangkrik yang menjadi pakan burung seperti burung kacer, poksay, hwambe dan lainnya harus dalam keadaan kualitas yang baik. Tak hanya dijadikan pakan burung, jangkrik juga digunakan untuk pakan lele dan udang dalam bentuk tepung.


Sampai sampai saat ini kebutuhan jangkrik untuk pakan burung semakin meningkat, sedangkan mungkin pasokan untuk jangkrik yang mulai harus ditambah. Nah bagi anda lahan bisnis ini mungkin sangat cocok dan tidak membutuhkan biaya atau modal dengan harga selangit. Yang kita perlukan otomatis memang modal, ketekuan dan keuletan kita untuk budidaya jangkrik untuk pakan burung.

Memang jangkrik (Liogryllus Bimaculatus) ini tak hanya untuk pakan burung saja, melain kan juga untuk pakan ikan. Memang kegiatan dalam beternak jangkrik ini tidak memerlukan waktu yang terlalu lama untuk produksi, misal jika seseorang berternak jangkrik yang di gunakan adalah produksi telur jangkrik untuk dijual hanya memerlukan waktu kurang lebih 2 sampai 4 minggu, sementara itu untuk produksi jangkrik untuk pakan ikan ataupun pakan burung ataupun untuk diambil tepungnya hanya memerlukan waktu kurang lebih 3 sampai 4 bulan lamanya.

Yang perlu mencadi catatan kita, ternyata jangkrik betina mempunyai siklus hidup kurang lebih 3 bulan, sementara untuk jangkrik jantan siklus hidupnya kurang dari 3 bulan. Dalam masa siklus hidup pada jangkrik betina yang berumur kurang lebih 3 bulan ini bisa menghasilkan telur sekitar kurang lebih 500 butir. Nah disinilah letak dimana kalau jangkrik ini sangat menggiurkan untuk dijadikan lahan bisnis untuk kita.

Mungkin ada yang belum tahu perbedaan antara jangkrik jantan dan jangkrik betina, berikut ini ulasannya.

Perbedaannya sudah sangat jelas antara jangkrik jantan dan jangkrik betina :
  • Jangkrik jantan memiliki sayap yang kasar dan bergelombang, sedangkan jangkrik betina sayapnya halus.
  • Jangkrik jantan bersuara ngerik, sedangkan jangkrik betina tidak.
  • Terdapat ovipositor di pantat jangkrik betina (yang berfungsi menyuntikkan telur ke tanah), sedangkan jangkrik jantan tidak ada.

Nah sekarang saat nya saya akan menjelaskan peralatan dan bahan bahan apa saja yang digunakan untuk beternak jangkrik untuk memperoleh hasil dan kualitas produksi jangkrik yang memuaskan.

1. Persyaratan Lokasi Beternak Jangkrik
  • Lokasi untuk beternak jangkrik diusahakan jauh dari tempat tempat kebisingan, seperti pasar ataupun jalan raya.
  • Lokasi budidaya jangkrik harus tenang, teduh dan juga mendapatkan sirkulasi yang sangat baik.
  • Tidak mendapatkan pancaran sinar matahari secara langsung.
2. Persiapan Sarana dan Prasarana
Memang beternak jangkrik tidak bisa dipandang remeh dan sangat mudah, kita disini harus mempersiapkan dengan matang apa apa saja yang akan kita lakukan saat budidaya jangkrik, setidaknya kita sudah mendapatkan pangsa pasar untuk menjual produksi jangkrik kita, mengapa demikian?, ingat umur dari jangkrik hanya sekitar kurang lebih 3 - 4 bulan, maka jika kita belum mendapatkan pangsa pasar saat jangkrik sudah dapat dipanen, maka kita akan rugi.

Untuk masalah kandang jangrik untuk beternak, jangan menaruh kandang jangkrik di bawah sinar matahari, jadi letakkan kandang jangkrik dalam tempat yang teduh dan juga gelap.

Agar kondisi kandang jangkrik lebih sesuai dengan habitatnya, maka didingding sawah bisa anda olesi dengan lumpur sawah dan berikan daun daun yang telah kering seperti daun pisang kering, daun jambu dan yang lain lainnya.

Berikut ini gambar dari kotak beternak jangkrik

Terlihat dari bentuk kandangnya, anda bisa membuat kandang beternak jangkrik dengan ukuran misal panjang 50 cm lebar 100 cm dengan ketinggian 200 cm, alas pada kandang diberi dengan mangkuk yang diisi dengan air, minyak tanah ataupun juga bisa gemuk. Tujuannya agar jangkrik tidak diserang semut, kecoak atau hewan lainnya. Rangka kandang jangkrik bisa dibuat dari kayu yang kuat sementara itu dinding kandang bisa memakai triplek, pada malam hari bisa dikasih lampu sebesar 5 watt untuk menghangatkan ruangan dari jangkrik jangkrik tersebut. Isolasi plastik pada gabar diatas bertujuan agar jangkrik jangkrik tidak sampai memanjat keatas (atau keluar kandang), sementara itu penutup bagian atas tersebut gunakan kawat ram yang berlubang halus.

3. Pembibitan jangkrik

Usahakan memakai indukan jangkrik baik betina maupun jantan untuk pembibitan dari jangkrik yang ditangkap dari alam bebas, karena jangkrik yagn ditangkap dari alam bebas memiliki ketahanan fisik yang lebih bagus. Kalaupun sulit mendapatkannya bisa dibeli di peternakan jangkrik langsung.

Berikut ini ciri ciri dari indukan jantan dan betina yang memiliki kualitas baik yaitu :
  • Indukan jangkrik jantan : Memiliki permukaan sayap yang kasar dan bergelombang, kemudian mengeluarkan suara mengerik dan tentunya tidak mempunyai ovipositor di ekornya.
  • Indukan jangkrik betina : Ovipositornya masih panjang, kedua kakinya masih lengkap dan tangkas gesit. Badan dan bulu jangkrik masih hitam dan mengkilap. Pilih indukan betina yang mengeluarkan cairan di mulutnya ketikan dipegang.
Untuk mendapatkan indukan jangkrik yang memproduksi telur secara baik kualitasnya maka berikan makanan yang bermutu tinggi. Anda bisa memberikan makanan untuk indukan jangkrik antara lain : bekatul jagung, tepung ikan,  ketan hitam, kuning telur bebek dan bisa ditambah dengan vitamin.

Jangkrik biasanya menruh telurnya dalam pasir atau tanah, jadi nanti di dalam kandang anda taruh pasir atau tanah dalam piring kecil agar jangkrik bertelur disitu. Apabila jangkrik sudah bertelur sekitar 5 hari, maka pisahkan telur dengan indukannya. Taruh telur di kandang khusus sampai jangkrik menetas dan besar.

Dalam satu kandang khusus tempatkan hanya 1 sampai 2 sendok teh telur, diperkirakan telur tersebut sekitar 1500 - 2000 butir telur. Selama proses ini berlangsung, telur akan berubah warna menjadi bening sampai keruh. Kelembapan dari telur jangkrik harus dijaga, dengan menyemprotkan telur setiap hari. Dan juga telur harus di bolak balik agar tidak berjamur. Telur diperkirakan akan menetas sekitar 4 sampai 6 hari.

Ketika anakan jangkrik yang berumur 10 hari,  maka dapat dikeluarkan dari kotak penetasan. Pada umru 10 hari tersebut anakan jangkrik harus mendapatkan nutrisi makanan yang baik. Karena pertumbuhan pada umur 10 hari dan seterusnya semakin cepat. Jika kekurangan makanan, jangkrik bisa memakan jangkrik lainnya. Makanan yang bisa digunakan antara lain : singkong, sayuran, ubi dan dedaunan. Makanan-makanan tersebut dapat diberikan secara berselang seling (bergantian tiap harinya).

4. Pemberian pakan jangkrik
Anakan jangkrik yang berumur 1 sampai 10 hari diberikan makanan voor yaitu makanan yang dibuat dari kacang kedelai, beras merah dan jagung kering (yang dihaluskan). Setelah berumur lebih dari 10 hari, anakan jangkrik dapat diberi pakan sayur sayuran misalnya jagung muda dan gambas.

5 Panen Jangkrik
Jangkrik dapat dipanen hanya telurnya saja untuk dijual ke peternak jangkrik lainnya, atau juga bisa dijual saat jangkrik sudah dewasa untuk dijadikan pakan burung dan juga dibuat tepung jangkrik untuk pakan ikan lele.

Semoga artikel diatas dapat dipahami dan dipraktekkan bagi anda yang berminat untuk beternak jangkrik sebagai pakan ternak ikan dan burung.

Artikel Terkait

Cara Beternak Jangkrik Untuk Pakan Burung
4/ 5
Oleh